Indahnya Matematika di Candi Prambanan Jogyakarta

Published Desember 26, 2011 by kadeksusan

Saat KKL di candi prambanan saya beserta kawan-kawan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan matematika di candi yang juga di sebut candi Loro Jongrang tersebut, ternyata banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan matematika disana. Saya akan memaparkan sejarah candi serta hal-hal yang berkaitan dengan matematikanya.

Candi Prambanan atau disebut juga candi Loro Jonggrang terletak di perbatasan Propinsi Daerah istimewa Yogyakarta dan Propinsi Jawa Tengah. Kompleks percandian Prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah dan latar atas (latar pusat) yang semakin kearah dalam makin tinggi letaknya. Luasnya berturut-turut 390 m2, 222 m2 dan 110 m2. Candi Prambanan terdiri dari 240 candi.

Banyak sekali aspek matematika yang dapat dieksplor dari candi Prambanan,antara lain:
Candi Prambanan merupakan salah satu obyek geometri yang sangat nyata. Bentuk candi Prambanan menyerupai bentuk piramida yang simetris. Setiap sudut dan tangga pada candi merupakan wujud pengaturan sudut yang sangat teliti. Tangga-tangga menuju tinggi terbilang curam, mendekati sudut tegak. Peletakan candi simetris. Pengubinan pada candi Prambanan terdapat dua jenis yaitu pengubinan dengan menggunakan bentuk beraturan (segiempat untuk ubin yang asli dan segienam untuk ubin yang telah modern. Sedangkan di bagian atas, pengubinan terbuat dari bentuk yang tidak beraturan namun tetap membentuk ubin sempurna seperti puzzle. Dengan mengeksplorasi candi Prambanan banyak sekali yangdapat dikembangkan untuk pembelajaran matematika.

Komplek Candi Prambanan

Jumlah candi dalam Kompleks Candi Prambanan begitu luar biasa,  disusun dalam tiga kelompok ‘bujursangkar’ yang semakin keluar semakin banyak.

Bujursangkar pusat, terdapat 11 candi bermacam ukuran, yang terbesar candi Siwa (Shiva) yang menjulang tinggi hampir 50m. Diapit oleh dua candi untk menghormati Wishnu dan Brahma. Tiga candi lebih kecil duduk di depan candi terbesar, masing-masing didedikasikan untuk kendaraan ketiga dewa : Nandi, sapi, kendaraan Siwa; Hamsa, angsa suci, bagi Brahma; dan Garuda bagi Wishnu.

Bujursangkar kedua ‘mengembang’ secara simetris, terdapat 224 candi lebih kecil lagi yang sama satu dengan lainnya dan dikenal sebagai candi perwara yang berarti pengawal. Candi-candi ini disusun dengan memberikan jalur menuju bujursangkar pusat. Meskipun sebagian besar berupa reruntuhan, hanya beberapa yang direstorasi. Meskipun demikian tidak sulit untuk membayangkan kemegahan yang pernah ada.

Bujursangkat ketiga dan yang terakhir dipagari tembok pada beberapa tempat, berada pada sumbu berbeda dari dua bujursangkar didalamnya dan tidak terdapat peninggalan bersejarah. Diduga, daerah ini menjadi tempat mempersiapkan persembahan dan tempat berdirinya bangunan tempat tinggal pendeta dan penginapan peziarah. Reruntuhan bangunan tidak tersisa lagi, karena menggunakan bahan bangunan yang tidak tahan lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: